Home » Buah Stroberi » Pengenalan Tanaman Stroberi

Pengenalan Tanaman Stroberi

Thursday, August 22nd 2013. | Buah Stroberi, Stroberi

Pengenalan Tanaman Stroberi

Pengenalan Tanaman Stroberi, pada kesempatan ini Saya akan menginformasikan mengenai tanaman stroberi sehingga bagi yang akan berbisnis tanaman stroberi bisa lebih mengenai tanaman ini. Mari bersama-sama menyimak informasinya ;

A.      Klasifikasi Stroberi

Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman stroberi diklasifikasikan sebagai berikut.

Divisi                        : Spermatophyta

Subdivisi                 : Angiospermae

Kelas                        : Dicotyledonae

Keluarga                 : Rosaceae

Genus                     : Fragaria

Spesies                   : Fragaria spp.

Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hybrid yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne.

Pengenalan Tanaman Stroberi

Varietas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella, dan Red Gantlet.

Petani di Cianjur menanami varietas Hokowaze asal jepang yang cepat berbuah. Sedangkan petani di Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam stroberi varietas lokal. Varietas lokal yang ditanam menggunakan varietas Benggala dan Nanas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.

Pengenalan Tanaman Stroberi

B.      Sifat-Sifat Botani Tanaman Stroberi

Dari segi ciri khusus lahiriahnya, stroberi adalah tumbuhan keluarga rumput yang memiliki dahan dua jenis, jenis rebah dan tegak. Ketinggian jenis tegak mencapai 8 sampai 15 sentimeter dan ujungnya berakhir dengan bunga. Daunnya terdiri dari tiga daun kecil bergigi dengan ekor panjang dan berwarna hijau cerah. Bunga-bunganya teratur, berwarna putih dan berkumpul dalam jumlah dua sampai lima atau bahkan lebih.

Kelopak bunganya terdiri dari lima bagian dengan warna hijau, dengan diselimuti lima lembar tampuk bunga. Kelopak dan ampuk bungan stroberi akan tetap bertahan sekalipun buahnya sudah tumbuh. Buah stroberi sangat lezat dan memiliki khasiat penguat, menambah nafsu makan, penenang, dan kaya vitamin. Pertumbuhan dan pengembangbiakan stroberi bukan hanya melalui benih, melainkan juga melalui akar tumbuhan. Akar yang keluar dari dahan tumbuhannya, tertanam kedalam tanah pada jarak yang agak jauh, dan tak lama kemudian, tumbuhan baru akan tumbuh.

Organ kimia stroberi tergantung kepada genetiknya yang berbeda, dan juga masa panen, tempat pemeliharaan serta apakah buahnya sudah benar-benar masuk atau relatif masak.

Secara umum, stroberi memiliki 81-87 % air, 3-13 % glukosa dan lulez, bahan lemak, asid-asid bebas (dalam bentuk asam molik, asam sitrat, asam winik, dan asam laktat) vitamin C yang banyak dan sedikit vitamin B, A, E, dan K. selain itu, stroberi memiliki kandungan zat besi, sodium, dan fosfor, meniziyum, belerang, kalsium, silis, yodium dan banyak lagi kandungan zat lainnya.

Pengenalan Tanaman Stroberi

1.    Akar

Tanaman stroberi dewasa mempunyai 20-35 akar primer dengan panjang 40 cm. akar primer dapat bertahan lebih dari 1 (satu) tahun. Akar tua akan digantikan dengan akar baru tumbuh dari ruas yang paling dekat dengan akar primer tersebut.

Secara morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Sedangkan secara anatomi (struktur dalam) akar tersusun atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri atas jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah bagian luar tudung akar mengandung lendir.

Pada akar, terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epdermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujuang akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang lebih tua akan hancur dan mati.

Akar merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut.

  1. Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah.
  2. Untuk menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
  3. Pada beberapa jenis tumbuhan akar berfungsi sebagai alat bernafas, misalnya pada tumbuhan bakau.

Air dan mineral dari tanah masuk kedalam tumbuhan melalaui ujung akar dan rambut-rambut akar. Adanya rambut-rambut akar menyebabkan daerah penyerapan air dan mineral menjadi luas. Cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar berlangsung secara osmosis.

Osmosis adalah pergerakan (perpindahan) zat dari larutan yang lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput semipermeabel. Umumnya sel-sel pada tumbuhan bersifat semipermeabel termasuk sel-sel rambut akar. Selain itu, cairan sel pada rambut-rambut akar lebih pekat daripada air tanah, sehingga air tanah dan mineral yang terlarut akan masuk ke dalam sel-sel rambut akar secara osmosis.

2.    Batang

a.       Struktur batang

Batang stroberi sangat pendek dan terdapat banyak daun di setiap buku. Pada ketiak daun terdapat pucuk aksilar yang akan berkembang menjadi stolon (sulur) dan akan membentuk akar. Tanaman stroberi tampak seperti rumpun tanpa batang. Batang utama dan daun tersusun rapat disebut Crown.

b.      Fungsi Batang

Secara umum, batang memiliki fungsi sebagai berikut.

1)      Batang merupakan organ lintasan air dan mineral dari akar ke daun dan lintasan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagiian tumbuhan.

2)      Pada fase pertumbuhan, batang menghasilkan daun dan tunas. Sedang pada fase reproduksi, batang menghasilkan bunga.

3.    Daun

a.       Struktur daun

1)      Morfologi daun

Masa pertumbuhan vegetatif membentuk daun-daun baru setiap 8-12 hari dan bertahan 1-3 bulan kemudian kering. Daun Stroberi dengan tepi berigi merupakan daun  trifoliate, pada setiap daun terdapat 300-400 stomata (mulut daun).

2)      Anatomi daun

Pada dasarnya, anatomi daun serupa dengan anatomi batang. Bagian-bagian daun dari atas ke bawah, yaitu epidermis, jaringan tiang (jaringan palisade), jaringan bunga karang (jaringan spons), dan berkas pembuluh angkut daun.

b.      Fungsi daun

Daun merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis, transpirasi, dan sebagai alat pernapasan.

1)      Tempat fotosintesis, yaitu tempat terjadinya proses pembentuk glukosa dan oksigen. Glukosa hasil fotosintesis akan diangkut oleh pembuluh tapis dan diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Oksigen dikeluarkan melalui stomata daun dan sebagian digunakan untuk respirasi sel-sel di daun.

2)      Tempat transpirsi, yaitu peristiwa penguapan pada tumbuhan. Melalaui proses transpirasi, air dari tumbuhan dalam bentuk uap air akan dikeluarkan melalui stomata ke udara. Adanya transpirasi sangat berpengaruh terhadap pengangkutan air dan mineral. Selain itu, transpirasi bagi tumbuhan juga berfungsi sebagai pengatur suhu tumbuhan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi transpirasi, antara lain suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya, dan keadaan air di dalam tanah.

3)      Alat respirasi (pernapasan), yaitu proses untuk mendapatkan energi yang terkandung di dalam makanan. Selain membebaskan energi, proses respirasi juga menghasilkan karbon dioksida dan uap air. Karbon dioksida dan uap air di keluarkan dari tumbuhan melalui stomata.

4.       Bunga

Bunga merupakan alat perkembangbiakan karena didalam bunga terdapat alat-alat reproduksi, seperti benang sari, putik, dan kandung lembaga. Bunga dianggap sebagai pucuk (ujung batang yang termodifikasi, sehingga bagian-bagian bunga merupakan hasil modifikasi dari daun. Bunga hanya muncul pada saat tertentu saja.

Susunan bunga tanaman stroberi terdiri dari.

  1. Sepal (kelopak bunga).
  2. Petal (daun mahkota).
  3. Stamen (benang sari).
  4. Pistil (putik).
  5. Receptacle (dasar bunga).
  6. Anther (alat kelamin jantan).
  7. Stigma (kepala putik).
  8. Ovul (bakal biji).
  9. Inflorensens (malai).

a.       Struktur bunga

Bunga tanaman stroberi mempunyai 5 sepal (kelopak bunga). 5 Petal (daun mahkota) dan 20-35 stamen (benang sari) dan ratusan pistik (putik) yang menempel pada receptacle (dasar bunga) dengan pola melingkar.

Bunga tersusun dalam inflorensens (malai) terletak diujung tanaman. Inflorensens terdiri dari batang utama dan batang cabang. Inflorensens mempunyai 1 bunga primer, 2 sekunder, 4 tersier, 8 kuarterner dan 16 kuiner.

b.      Fungsi bunga

Fungsi bunga adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Bunga yang pertama mekar adalah bunga primer, disusul bunga sekunder, tersier, dan kuartener. Saat bunga mekar, anther (alat kelamin jantan) akan merekah secara membujur dan tepung sari siap untuk menyerbuki ovul (bakal biji). Stigma (kepala putik) siap menerima tepung sari akan terasa kasar dan lengket dan akan bertahan selama beberapa hari. Penyerbukan terjadi diakibatkan bantuan angin, gaya berat (gravitasi), dan serangga, demikian informasi ini semoga bermanfaat, Saya ingatkan topik ini berjudul Pengenalan Tanaman Stroberi.

Advertisement
tags: , , , , ,

Related For Pengenalan Tanaman Stroberi

Comment For Pengenalan Tanaman Stroberi

Olahan Stroberi – Order Disini !

Stroberi Informasi :